terakhir kali bertemu teman lama saya, Nyoman, saya menggandeng Norbe, si jangkung nan ramping yang mencuri hatiku di persinggahan tanpa akhirnya di kota pelabuhan itu.
Pertanyaannya cuma satu, sudah insyaf Lys?
Gelak tawa mengiringi pertanyaannya. Bukan kejutan memang kalo kami berdua menganggap pertanyaan itu lucu. Kami berdua cukup lama bersaing memperebutkan piala 2 huruf ajaib.
Dan entah siapa yang akhirnya keluar sebagai sang jawara. Yang jelas di akhir tahun ke sekian persaingan kami, saya dan dia sama-sama cuma menggandeng satu orang yang sama dalam sekian tahun tanpa membagi lirikan lagi ke belahan paha yang lain.
Sekian tahun, dan Norbeku yang mulai menggendut oleh waktu tetap di sini. tapi siapa sangka hasrat yang sekian lama tinggal sekarang bergolak lagi. aku capek hanya dengan dia. dua puluh empat jam kali tiga ratus enam puluh lima hari. kadang-kadang bisa double kalo kita lagi travel bareng. dan somehow, aku mulai capek. hidup ini sedikit terlalu berharga hanya untuk dihabiskan atas nama Norbe.. kau juga tau, dia bukan dewa.. hahaha..
dan karenanya dalam capekku menghitung angka, hari ini aku mulai menulis -lagi.
sudah saatnya aku menulis lagi, berbagi kisah dengan selingkuhan lama dengan tampang barunya..
28.5.10
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment