6.6.10

feliz cumple


a mi querido, Norberto Rodriguez Sanchez.
te quiero mucho!

4.6.10

recently discovered: work challenge

siapa bilang jadi Boss itu mudah? yang bilang gini pasti hanya orang-orang yang ga pernah jadi boss.. hehehe..
memasuki badai e-mail summer tahun ini, Norbe dan aku memutuskan untuk nambah pasukan. Kalo biasanya aku, Norbe dan satu anak kerja yang mbantuin ini-itu udah cukup, Mei kemarin kita udah kelimpungan. Makanya kita mulai pasang iklan di berbagai media: mulai iklan baris, iklan di internet, iklan di jidat para guide, sampe teman sendiri hampir direkrut. Toh akhirnya ketika kita menemukan 2 orang yang dianggap bisa membantu, yang satunya mundur teratur karena sakit yang dideritanya; 10 hari kerja, 4 hari ga masuk. Alasan: sakit A.

Jadilah kita bertahan dengan 3.5 pasukan. Eh, tak disangka tak dinyana, pasukan baru yang tertinggal tiba-tiba lenyap setelah jam makan siang dan gajian. Entah raib ditelan siapa. 2 hari ga ada kabar, hari ini tiba-tiba nelfon ke hape norbe, ¨maaf pak, saya ga masuk soalnya saya bosen di sana, ga ada siapa-siapa, ga banyak kerjaan.¨ Ya owloh, betul betul betul.. yang ngomong ini either ga mengerti apa yang dikerjain ato emang ga niat kerja..

Yang miris sebenernya adalah si setengah prajurit. Dia kusebut setengah prajurit soalnya si dia kerjaannya atas bawah. Setelah selesai bekerja di lt.2, dia sebisanya membantu di lt.1. Dilema sebenernya, karena sodara temen sendiri, kita ga rela kasih titel di kepalanya. Mo dikasih tanggungjawab gede sama urusan bawah juga repot, ntar kenapa-kenapa, yang tanggungjawab siapa?

Anyway, si setengah prajurit jatuh sakit 1 hari setelah gajian. Seperti orang yang tak punya pulsa, 3 hari tidak masuk, 3 hari pula tak ada kabarnya. toh aku sudah membatin, si setengah prajurit ini mungkin memang tak mau lagi berkedudukan di gurita.

Berkunjung ke tempat dia, niatnya cuman mau menjemput kunci rumah yang memang biasa dibawa dia, ternyata eh ternyata, prajuritnya bukan lagi terbaring sakit 3 hari, malah naek motor ke sono ke sini. Ilfil sudah. Biar dibela pake kepalapun, aku udah kadung ilang rasa.
Ya sudahlah.

Jadi beginilah, satu weekend di satu kotak 5*16, dengan meja panjang dan 5 komputer, dan 2 orang stress yang tak habis pikir, siapa bilang jadi boss itu mudah?

3.6.10

Bali, satu tanda tangan = uang kertas bergambar bung karno

tinggal di Bali, di zona manapun di Bali, tidak pernah menjadi pilihanku. tidak dulu tidak sekarang, walopun, as you all might know, 5 bulan terakhir ini aku kalo diminta ngeluarin id, yang keluar ya KTP Bali.

dulu-dulu sekali, one of the main reason kenapa Bali tidak masuk dalam daftar hijoku yah karena Bali ya Bali aja. Kalo orang-orang sampe termehek-mehek cuman hanya karena mendengar kata Bali, aku ya gitu-gitu aja. Bali cuma satu pulau di bawah Sulawesi, perlu 1 kali ganti pesawat kalo dari kotaku, atau mungkin 4 hari perjalanan kapal buat yang low budget. tapi aku juga nggak pernah benar-benar mengerti kenapa orang-orang bisa sampe segitunya.

katanya pantainya keren.. hohoho... yang bilang gini pasti irit modal, ga pernah menjelajahi belahan lain Indonesia. untuk ukuran di bawah 15 tahun aja, waktu itu aku sudah bisa menyadari, untuk ke pantai dan menikmati rayuan daun kelor sekaligus makan kelapa muda, aku hanya perlu berkendara 30 menit dari rumahku. di sepanjang garis luar kotaku, kau tinggal masuk di titik manapun untuk menemukan pantai cantik nan bersih dan sepi pengunjung. Pantai pribadi.

Anyway, bertahun-tahun telah lewat dan sekarangpun aku ini sedatar air kalo ngomongin Bali. Ubud dan beberapa daerah di Utara dan Tenggara nan sepi masih tetap nyaman untuk dikunungi, tapi pantainya yang tak pernah berubah -apalagi di musim libur kejepit ato liburan sekolah- bisa serasa cendol yang tersaji di mangkok hadiah vetsin.

Bedanya, kalo dulu aku ga ikutan termehek-mehek karena ga menemukan sesuatu yang terlalu spesial, sekarang aku tetap ga ikutan termehek-mehek karena aku udah mulai jengah. Apalagi karena aku sekarang tinggal di sini, semua yang indah - indah yang sempat aku dengar dan rasakan, udah terbanting sama korupnya urusan ini itu dari level kepala lingkungan sampe pak camat. Masa minta 1 tanda tangan sama dengan 100 ribu. Bayangkan kalo rektor di kampus-kampus juga dapet segitu setiap nandatangani sertifikat lulusan mahasiswa.. hoho...

tapi ya itulah, mungkin memang ini sudah bukan zamannya mengeluhkan tentang hal ini. kalo prinsip kerja udah bukan didasari pelayanan lagi, kita juga ga bisa bergerak. lak wong waktu dimintain 4 lembar duit merah untuk satu tanda tangan dan kujawab tidak punya segitunya, bapaknya malah ketawa sinis, ¨ya mbak ga usah bikin usaha kalo 4 lembar duit merah aja ga punya..¨hoho... pak.. pak.. betapa mendidiknya anda ini... *jengah.com*

2.6.10

2nd june 2010

happy anniversary, ma & pa...
i love you so so much!!!

1.6.10

happy birthday ma..